(Courtesy Tompkins Dental)

Impaksi  gigi adalah kegagalan gigi untuk tumbuh secara normal pada lengkung rahang, yang disebabkan oleh:  posisi yang salah, kekurangan tempat atau terhalang gigi lain, tertutup tulang yang tebal dan atau jaringan gusi disekitarnya. Gigi impaksi yang sering terjadi adalah gigi geraham ketiga/ bungsu dan gigi taring

Gigi geraham ketiga muncul pada usia sekitar 14-30 tahun. sehingga seringkali tidak diperoleh cukup tempat untuk tumbuh karena tertahan gigi geraham di depannya. Pada usia inilah yang dianggap sebagai usia dimana seseorang mulai bijaksana “wisdom”, sehingga gigi bungsu dalam bahasa Inggris disebut “wisdom tooth”.

Sesuai dengan teori evolusi dimana rahang manusia modern mengecil karena kebutuhan pengunyahan makanan yang semakin halus, namun benih gigi geraham ketiga masih ada, sehingga yang terjadi adalah kekurangan ruangan yang akan menyebabkan gigi bungsu tersebut impaksi

Keluhan yang timbul pada gigi bungsu dapat terjadi tanpa kerusakan yang berarti, seperti: rasa sakit atau rasa kaku pada gigi geraham tiga yang impaksi, pembengkakan pada gusi, sakit kepala satu sisi dan leher, bahkan bau mulut akibat adanya infeksi. Sakit kepala ini timbul, karena tekanan yang terus menerus dari gigi yang impaksi kearah depan.

Gejala yang timbul oleh karena gigi bungsu:

  1. Kadang tidak menimbulkan gejala
  2. Gigi karies/ berlubang
    1. Bisa terjadi pada gigi bungsu atau gigi sebelahnya, karena penumpukan sisa maknaan diantara keduanya
  3. Infeksi
    • Ketika gigi bungsu tumbuh, ia akan mendorong gusi diatasnya, dan Ketika gigi lawannya menggigit jaringan gusi tersebut maka akan terjadi peradangan (perikoronitis) dan infeksi. Infeksi ini akan menyebabkan bau nafas, nyeri pada rahang, telinga, bahu, migrain, dan kesulitan membuka mulut
  4. Kista
    • Kista yang terbentuk dari epitel selubung benih gigi ini akan merusak tulang dan gigi sekitarnya
  5. Gigi berjejal/ crowding
  6. Gigi bungsu merupakan gigi yang terakhir tumbuh, sehingga akan memberikan tekanan gigi di depannya yang relatif stabil dana akan menimbulkan rasa sakit.
Masalah yang ditimbulkan oleh gigi impaksi (Courtesy StMark Dental Clinic)
Perikoronitis atau peradangan dari gusi yang menimbulkan infekjsi diseritas mahkota gigi impaksi (Courtesy Wikipedia)

Perawatan pencabutan gigi impaksi dilakukan sebelum gejala(preventif) atau setelah gejala (kuratif)

Instruksi paska tindakan bedah mulut pencabutan gigi :

  1. Gigitlah kapas selama 30 menit
  2. Berilah kompres es dengan lembut pada sisi pipi yang dioperasi
  3. Jangan sering meludah
  4. Jangan sering berkumur satu hari setelah operasi
  5. Jangan mneyikat gigi pada daerah operasi
  6. Jangan makan-maknaan pasan/ pedas ± 1 hari
  7. Satu hari setelah operasi, kumurlah dengan obat kumur/ air garam ahnagt dan lakukan secara teratur
  8. Jangan mengorek/ mencongkel daerah operasi
  9. Minumlah obat yang diberikan dokter sesuai petunjuk
  10. Kembalilah ke dokter gigi jika:
  11. Perdarahan  masih terjadi 2 jam paska operasi
  12. Kontrol seminggu dan pembukaan jahitan

Darah bercampur ludah setelah pencabutan gigi adalah kejadian yang wajar, namun konsultasikan ke dokter gigi lagi jika :

  1. Bengkak pipi dua hari yang sangat mengganggu
  2. Terjadi demam berkepanjangan
  3. Mati rasa pipi atau lidah setelah 5 hari pencabutan
  4. Memar atau ruam di pipi kerah bawah
Operasi gigi impaksi dengan bius lokal di klinik gigi
Gigi impaksi perlu dicabut

 

Leave a Reply

Discover more from Dentfam Clinic Semarang

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading